Pemerintah daerah terus melakukan inovasi dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat melalui digitalisasi sistem informasi kesehatan yang semakin terintegrasi. Salah satu langkah nyata yang kini menjadi perbincangan hangat adalah transformasi layanan di Puskesmas Ngambeg yang kini tampil jauh lebih canggih dan memudahkan para pasien. Dengan diterapkannya sistem rekam medis elektronik dan integrasi data kependudukan, warga kini tidak perlu lagi merasa terbebani oleh prosedur administrasi yang berbelit-belit. Cukup dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas utama, masyarakat sudah bisa mengakses berbagai layanan kesehatan mulai dari pemeriksaan umum hingga layanan spesialis dasar. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan untuk menghapus stigma bahwa berobat di fasilitas kesehatan tingkat pertama selalu identik dengan antrean panjang dan tumpukan berkas fisik.
Penerapan sistem baru di Puskesmas Ngambeg ini secara resmi telah disosialisasikan secara intensif kepada warga sejak awal bulan ini. Dalam pelaksanaannya, operasional puskesmas dimulai setiap hari Senin hingga Sabtu, dengan jam layanan pendaftaran dibuka mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB. Untuk mendukung kelancaran transisi digital ini, sejumlah petugas administrasi telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mengoperasikan sistem pendaftaran berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan). Tidak hanya dari sisi medis, aspek keamanan di sekitar lingkungan puskesmas juga terjaga dengan baik berkat koordinasi rutin antara pihak keamanan internal dan petugas Babinsa serta Bhabinkamtibmas dari Polsek setempat. Hal ini memastikan bahwa para lansia maupun ibu hamil yang datang berobat merasa aman dan mendapatkan prioritas dalam alur pelayanan yang kini jauh lebih tertata rapi.
Keunggulan lain dari sistem canggih ini adalah kecepatan dalam proses rujukan. Jika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit umum daerah, petugas di Puskesmas Ngambeg dapat langsung mengirimkan data medis secara real-time tanpa perlu membuat surat rujukan manual yang memakan waktu lama. Efisiensi ini sangat dirasakan manfaatnya terutama dalam situasi darurat. Selain itu, ketersediaan obat di depo farmasi kini dapat dipantau secara digital, sehingga meminimalisir terjadinya kekosongan stok obat-obatan penting bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Warga yang datang hanya perlu melakukan pemindaian KTP pada mesin anjungan pendaftaran mandiri yang telah disediakan di lobi utama, kemudian menunggu panggilan di ruang tunggu yang kini telah dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan dan air minum gratis.
