Nefrektomi parsial (NFP) telah menjadi standar emas untuk penanganan tumor ginjal kecil. Namun, tantangan utama dalam NFP adalah membedakan jaringan tumor dari jaringan ginjal sehat secara akurat dan memastikan margin bedah negatif sambil meminimalkan kehilangan parenkim ginjal. Di sinilah peran Indocyanine Green (ICG) dalam nefrektomi parsial berbasis fluoresensi menjadi sangat inovatif.
Apa Itu ICG dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Indocyanine Green (ICG) adalah pewarna non-toksik yang telah digunakan dalam berbagai prosedur medis selama beberapa dekade. Dalam konteks NFP, ICG disuntikkan secara intravena kepada pasien. Begitu ICG masuk ke aliran darah, ia berikatan dengan protein plasma dan beredar ke seluruh tubuh. Ketika diterangi dengan cahaya inframerah dekat (NIR) khusus, ICG akan berfluoresensi, memancarkan cahaya yang dapat dideteksi oleh kamera pencitraan khusus yang terintegrasi dengan sistem bedah robotik atau laparoskopi.
Prinsip penggunaannya dalam NFP adalah sebagai berikut: setelah arteri ginjal dijepit (klamping) untuk menghentikan aliran darah ke ginjal, ICG disuntikkan. Karena tumor ginjal biasanya bersifat hipovaskular (kurang pembuluh darah) dibandingkan jaringan ginjal normal atau karena suplai darahnya mungkin terganggu oleh tumor itu sendiri, ICG akan mengambil lebih sedikit di area tumor. Akibatnya, pada gambar fluoresensi, jaringan tumor akan tampak gelap (hipofluoresen) sementara parenkim ginjal sehat akan berfluoresensi terang (hiperfluoresen) atau sebaliknya, tergantung pada teknik klamping dan waktu pencitraan. Kontras visual ini membantu ahli bedah mengidentifikasi batas tumor dengan lebih jelas.
Manfaat ICG dalam NFP Berbasis Fluoresensi
Penggunaan ICG fluoresensi menawarkan beberapa keuntungan signifikan dalam NFP:
- Identifikasi Tumor yang Lebih Baik: ICG membantu ahli bedah memvisualisasikan batas tumor secara real-time, terutama untuk tumor yang terletak di dalam ginjal (endofitik) atau yang sulit dipalpasi. Ini meningkatkan kemungkinan tercapainya margin bedah negatif, yang krusial untuk mencegah kekambuhan tumor.
- Optimalisasi Preservasi Ginjal: Dengan identifikasi tumor yang lebih akurat, ahli bedah dapat mengangkat tumor dengan presisi maksimal sambil mempertahankan sebanyak mungkin jaringan ginjal sehat. Ini penting untuk menjaga fungsi ginjal pasca-operasi.
- Penilaian Vaskularisasi: ICG juga dapat digunakan untuk menilai perfusi sisa parenkim ginjal setelah pengangkatan tumor dan rekonstruksi, memastikan bahwa aliran darah ke ginjal yang tersisa adekuat. Ini dapat membantu mendeteksi masalah vaskular dini.
